Materi Ekonomi Bisnis Kelas X OTKP
Pengertian
Ilmu Ekonomi dan Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi
Satuan Pendidikan : SMK MANAJEMEN PENERBANGAN
PEKANBARU
Kelas/ Semester :
X/ Ganjil
Mata pelajaran :
Ekonomi Bisnis
1.
Kompetensi Inti
KI 1 :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 :
Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang
spesifik untuk memecahkan masalah.
KI 4 :
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
2.
Kompetensi Dasar
1.2 Mendeskripsikan
kebesaran Tuhan yang menciptakan berbagai sumber energi di alam
2.1 Menunjukkan perilaku
ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun;
hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli
lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan berdiskusi
3.1 Menerapkan ilmu ekonomi dan perkembangannya
4.1 Menggunakan konsep ilmu ekonomi dalam kegiatan
usaha
3.
Indikator Pencapaian Kompetensi
1.
Memahami sejarah perkembangan, pengertian Ilmu Ekonomi
2.
Memahami perkembangan Ilmu Ekonomi
3.
Memahami perkembangan ruang lingkup
4.
Memahami jenis ilmu ekonomi
5.
Menyajikan ruang lingkup dan konsep ilmu ekonomi pada
berbagai kegiatan usaha
6.
Mempresentasikan ruang lingkup dan konsep ilmu ekonomi
pada berbagai kegiatan usaha
4.
Tujuan pembelajaran
Setelah
mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik mampu :
1.
Memahami pengertian ilmu ekonomi
2.
Memahami sejarah perkembangan
ilmu ekonomi
5.
Materi Ajar
Materi
pembelajarannya secara rinci adalah:
1.
Pengertian ilmu ekonomi
2.
Sejarah Perkembangan ilmu
ekonomi
Pengertian Ilmu Ekonomi
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari
perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi
adalah adanya ketidak-seimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas
dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian
menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Ilmu ekonomi sebagai salah satu cabang Ilmu
Pengetahuan diberi gelar sebagai the
oldest art, and the newest science yaitu seni yang tertua dan ilmu
pengetahuan yang termuda. Masalah-masalah ekonomi lahir serentak dengan
terbitnya matahari kemanusiaan puluhan ribu tahun silam. Tidak ada satu cabang
ilmu pun yang lebih tua ataui lebih dahulu lahir daripadanya.
Kebutuhan-kebutuhan manusia akan makanan, pakaian dan tempat tinggal telah memaksa
manusia, penghuni-penghuni pertama bumi ini, untuk bergumul dan bergaul dengan
masalah-masalah ekonomi. Pada
saat-saat awal kehidupan manusia, istilah ekonomi sendiri belum ada.
Istilah ekonomi lahir di Yunani (Greek) dan dengan
sendirinya istilah ekonomi berasal dari kata-kata bahasa Yunani. Asal katanya Oikos
Nomos yang artinya management of household or estate (tata laksana
rumah tangga dan kepemilikan).
Definisi paling
terkenal ilmu ekonomi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berdaya upaya
untuk memberikan pengetahuan dan pengertian tentang gejala-gejala masyarakat
yang timbul karena perbuatan manusia dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan
atau untuk mecapai kemakmuran. Definisi tersbut sebuah definisi ringan dan
sebuah definisi yang disediakan untuk orang-orang awam, sedangkan yang kita perlukan adalah sebuah definisi
yang memadai.
Dalam hal ini Paul Anthony Wamuelson, seorang ahli
ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology, telah mengumpulkan enam buah definisi dari berbagai ahli lain. Keenam
definisi tersebut adalah :
1.
Ilmu ekonomi atau ekonomi
politik (political economy), adalah suatu studi tentang
kegiatan-kegiatan yang, dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau
melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antar manusia;
2.
Ilmu ekonomi adalah suatu studi
mengenai bagaimana orang menjatuhkan pilihan yang tepat untuk memanfaatkan
sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang modal semisal
mesin, dan pengetahuan teknik) yang langkah dan terbatas jumlahnya, untuk
menghasilkan berbagai-bagai barang (misalnya daging, mantel, perahu layar,
konser musik, jalan raya, pesawat pembom) serta mendistribusikan
(membagikannya) kepada pelbagai anggota masyarakat untuk mereka pakai/konsumsi;
3.
Ilmu ekonomi adalah studi
tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari-hari, (untuk) mendapat dan
menikmati kehidupan;
4.
Ilmu ekonomi adalah studi
tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti untuk mengorganisir
kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya;
5.
Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan;
6.
Ilmu ekonomi adalah studi
tentang cara-cara memperbaiki masyarakat.
Profesor Paul Anthony Samuelson
menyatakan bahwa setiap sarjana ekonomi
bisa saja memperluasnya menjadi berkali-kali lipat lebih banyak. Namun
demikian, Profesor Paul Anthony Samuelson akhirnya memberikan pernyataan
sebagai kesimpulan. Tulisnya: Para ahli ekonomi sekarang lebih sepakat untuk
menerima kebenaran sebuah definisi umum
sebagai berikut :
Economic
is the study of how man and society end up choosing, with or without the use of
money, to employ scare productive resources that could have alternative uses,
to produce various commodities and distributive them for consumption, now or in
the future, among various people and groups in society. It analizes the cost and
benefits of improving pattern of resoursces allocation.
Ilmu
ekonomi adalah studi mengenai cara-cara manusia dan masyarakat
menentukan/menjatuhkan pilihannya, dengan atau tanpa menggunakan uang untuk
menggunakan sumber-sumber produktif yang langkah yang dapat mempunyai
penggunaan-penggunaan alternatif, untuk memprodusir pelbagai barang serta
membagikannya untuk dikonsumsi, baik untuk waktu sekarang maupun yang akan
datang, kepada pelbagai golongan dan kelompok di dalam masyarakat. Ilmu ekonomi
itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta keuntungan-keuntungan yang terjadi
karena adanya perbaikan di dalam pola alokasi sumber-sumber.
Melihat
definisi diatas terlihat beberapa hal yang menjadi pokok pikiran. Pertama. bahwa masalah utama (main or
central problem) setiap tingkah laku
ekonomis atau masalah utama di dalam ilmu ekonomi, adalah masalah pemilihan (problem
of choice). Yang dimkasud “pemilihan”
disini adalah pemilihan cara-cara penggunaan sumber-sumber produktif yang dapat
mempunyai penggunaan alternatif. Artinya bahwa setiap barang mempunyai tidak
hanya satu saja penggunaan. Misalnya, dari sebidang tanah harus dilakukan
pilihan, untuk ditanami, dijual atau untuk didirikan diatasnya bangunan, tidak
mungkin untuk menggunakan sebidang tanah
bagi ketiga kepentingan tadi
sekaligus. Dalam hal pemecahan problem of choice, ilmu ekonomi turun tangan sehingga pemilihan
dapat dijatuhkan kepada penggunaan yang
paling menguntungkan.
Kedua, adalah
kenyataan bahwa sumber-sumber produktif itu merupakan barang yang langka atau jarang. Langkanya sumber-sumber
produktif itu memberi arti bahwa penggunaannya harus cermat dan tepat. Dan
masalahpun kembali kepada problem of choice.
Ketiga, tentang penggunaan uang. Dinyatakan dalam definisi diatas bahwa
keharusan penggunaan uang didalam proses perekonomian hanyalah merupakan soal
kedua saja. Soal utamanya adalah menentukanpilihan penggunaan seperti yang
sudah disebutkan diatas, untuk kemudian berdasarkan pilihan itu dilakukan produksi. Bagaimanapun
pentingnya uang dalam proses perekonomian, tetapi tidak boleh dikatakan bahwa
proses perekonomian harus terhenti karena tiadanya uang.
Kempat, adalah mengenai produksi serta
pembagian hasilnya kepada anggota masyarakat untuk dikonsumsi. Didalam setiap
masyarakat apakah itu masyarakat komunis yang kolektif atau suatu kabilah
penghuni South Sea Island, atau suatu bangsa yang kapitalis, kedua hal ini,
yaitu produksi dan konsumsi sebenarnyalah harus selalu ada bersama-sama.
Harus
selalu ada sekelompok dari anggota masyarakat yang membuat barang-barang dan
jasa-jasa guna dipakai atau dinikmati hasilnya oleh sekelompok anggota
masyarakat yang lain. Bahkan, apa yang disebut sebagai The Three Fundamental
and Interdependent Economic Problem seperti di bawah ini, dengan jelas mencakup
masalah ini
1.
What commodities shall be
produced and in what quantities ?
Barang-barang apa yang akan dibuat dan seberapa banyak ? artinya, berapa banyak
serta yang manakah diantara barang-barang dan jasa-jasa yang sekian banyaknya
itu yang dipilih untuk dibuat dan dihasilkan ?
2.
How shall good be produced? – Dengan cara bagaimanakah barang-barang itu
akan dihasilkan? Artinya, siapa yang akan mengerjakan dan dengan sumber-sumber
apa serta dengan system teknologi yang bagaimanakah barang-barang itu
dihasilkan.
3.
From whom shall goods be
produced- Untuk siapakah barang-barang
yang dihasilakn itu nantinya? – artinya, siapakah yang harus menikmati serta
memperoleh manfaat daripada yang
dihasilkannnya barag-barang tersebut ? atau dengan perkata lain
bagaimanakah seluruh produk (hasil produksi) nasional dibagikan kepada anggota
masyarakat?
Ketiga
masalah di atas, yaitu What, How dan For whom, bersifat fundamental sekali, serta dihadapi oleh setiap
perekonomian-perekonomian yang sedang berkembang maupun yang sudah maju,
perekonomian komunis ataupun kapitalis, perekonomia kuno maupun modern,
perekonomian desa maupun kota tetapi tidak semua perekonomian itu memecahkan
ketiga masalah tersebut dengan cara yang sama.
Ketiga
masalah di atas, yaitu What, How dan For whom erat sekali bersangkut paut dengan masalah keempat yang terdapat di
dalam definisi ilmu ekonomi yang telah tersebutkan diatas.
Kelima, adalah tentang bagian terakhir definisi diatas yaitu. Bunyinya adalah
“Ilmu ekonomi itu menganalisis besarnya biaya-biaya serta keuntungan-keuntungan
yang terjadi karena adanya perbaikan di dalam pola alokasi sumber-sumber”.
Sejarah
Perkembangan Ilmu Ekonomi
Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata
Yunani, ο?κος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos),
atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai
“aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud
dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan
data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat
dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah mikroekonomi vs
makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif
(deskriptif) vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga
difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan
pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain
bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian
ilmiah, kematian, politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini
dimungkinkan karena pada dasarnya ekonomi – seperti yang telah disebutkan di
atas – adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Ada sebuah peningkatan trend untuk
mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang lebih luas. Fokus
analisa ekonomi adalah “pembuatan keputusan” dalam berbagai bidang dimana orang
dihadapkan pada pilihan-pilihan, misalnya bidang pendidikan, pernikahan,
kesehatan, hukum, kriminal, perang, dan agama.
Gary Becker dari University of Chicago
adalah seorang perintis trend ini. Dalam artikel-artikelnya, ia menerangkan
bahwa, ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok persoalannya, tetapi
sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia.
Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa
kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa
kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah cukup untuk membuat kita
mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami perubahan
besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus,
kadang-kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar, sehingga
tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan “apa
yang seharusnya dilakukan oleh para ahli ekonomi ?”.
Adam Smith sering disebut sebagai yang
pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri
dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba mencari tahu sejarah perkembangan
negara-negara di Eropa. Sebagai seorang ekonom, Smith tidak melupakan akar
moralitasnya terutama yang tertuang dalam The Theory of Moral Sentiments. Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi
kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall,
J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006,
Edmund Phelps.
Secara garis besar, perkembangan aliran
pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut sebagai aliran
klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini menekankan adanya
invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh karenanya peran
pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses ini. Konsep
invisble hand ini kemudian direpresentasikan sebagai mekanisme pasar melalui
harga sebagai instrumen utamanya.
Ekonomi Menurut Aliran Klasik
Aliran klasik mengalami kegagalannya
setelah terjadi Depresi Besar tahun 1930-an yang menunjukkan bahwa pasar tidak
mampu bereaksi terhadap gejolak di pasar saham. Sebagai penanding aliran
klasik, Keynes mengajukan teori dalam bukunya General Theory of Employment,
Interest, and Money yang menyatakan bahwa pasar tidak selalu mampu menciptakan
keseimbangan, oleh karenanya, intervensi pemerintah harus dilakukan agar
distribusi sumber daya mencapai sasarannya. Dua aliran ini kemudian saling
“bertarung” dalam dunia ilmu ekonomi dan menghasilkan banyak varian dari
keduanya, seperti : new classical, neo klasik, new keynesian, monetarist, dan
lain sebagainya.
Namun perkembangan dalam pemikiran ini juga
berkembang ke arah lain, seperti teori pertentangan kelas dari Karl Marx dan
Friedrich Engels, serta aliran institusional yang pertama dikembangkan oleh
Thorstein Veblen, dkk., dan kemudian oleh peraih nobel Douglass C. North.
Beberapa tokoh ekonomi klasik seperti Adam
Smith (1723-1790), Thomas Robert Malthus (1766-1834), Jean Baptiste Say
(1767-1832), David Ricardo (1772-1823), Johan Heinrich von Thunen (1780-1850),
Nassau William Senior (1790-1864), Friedrich von Herman, John Stuart Mill
(1806-1873) dan John Elliot Cairnes (1824-1875) memperoleh kehormatan dari Karl
Marx (1818-1883) atas keklasikan dalam mengetengahkan persoalan ekonomi yang
dinilai tidak kunjung lapuk. Berbeda dengan kaum Merkantilis dan Physiokrat,
kaum klasik memusatkan analisis ekonominya pada teori harga. Kaum klasik
mencoba menyelesaikan persoalan ekonomi dengan jalan penelitian faktor permintaan
dan penawaran yang menentukanharga.
John Maynard Keynes (1883-1946) berpendapat
bahwa pandangan klasik yang memusatkan perhatian analisa ekonominya pada teori
harga, maka perlu dipahami arah penggunaan alat produksi dengan sempurna. Dalam
hubungan ini maka pengertian klasik diperluas kepada para ahli ekonomi yang
tidak menganggap tidak mungkin adanya suatu pengangguran yang tidak dikehendaki
(involuntary unemployment).
Salah satu hasil pemikiran kaum klasik yang sangat
mempengaruhi dunia dalam era globalisasi adalah pemikiran mengenai perdagangan
internasional. Pemikiran kaum klasik menentang pemikiran kaum merkantilis yang
hanya mementingkan masuknya logam mulia dan berorientasi ekspor dengan
meminimumkan impor barang dari luar negeri.
Kaum merkantilis meletakan tekanan pada
perdagangan luar negeri. Kaum physiokrat memandang pertanian sebagai sumber
segala kemakmuran. Adam Smith (1723-1790) sebagai tokoh aliran klasik
menyatakan pendapatnya dalam bukunya yang berjudul ”Inquiry into the Nature and
Causes of the Wealth of Nations” yaitu: ”Pekerjaan yang dilakukan suatu bangsa
adalah modal yang membiayai keperluan hidup rakyat itu pada asal mulanya, dan
dengan hasil-hasil pekerjaan tersebut dapat dibeli keperluan-keperluan hidupnya
dari luar negeri.” Kapasitas produktif daripada kerja selalu bertambah
dikarenakan adanya pembagian kerja yang makin mendasar dan rapi.
Komentar
Posting Komentar